๐๐๐ฌ๐ฌ๐จ๐ง๐ฌ ๐๐๐๐ซ๐ง๐๐ ๐๐ซ๐จ๐ฆ ๐๐ง๐๐ฅ๐ฎ๐๐ง๐ณ๐ ๐๐๐ฌ๐๐ฌ: ๐ ๐๐๐๐ข๐๐๐ฅ ๐๐ซ๐๐ฌ๐ฉ๐๐๐ญ๐ข๐ฏ๐
Sejak banyaknya berita wisatawan yang terkena influenza di Jepang, hingga berita kematian artis terkenal dari Taiwan dikabarkan akibat pneumonia terkait influenza, banyak sekali pertanyaan dan berita terkait ini.
Berikut beberapa point yang saya rasa bisa diambil pelajarannya dari sisi medis.
๐. ๐๐๐ฅ๐๐ฃ๐๐ซ ๐ฆ๐๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐๐ค๐๐ง ๐ข๐ฌ๐ญ๐ข๐ฅ๐๐ก ๐ค๐๐ฌ๐๐ก๐๐ญ๐๐ง ๐ฒ๐๐ง๐ ๐ญ๐๐ฉ๐๐ญ.
Ini bagian dari pendidikan masyarakat dan pengetahuan umum. Selama ini kita kebiasaan menyebut batuk pilek biasa, common cold, dengan istilah โfluโ. Ini sebenarnya salah. Dulu saya juga cuek saja dengan hal ini, tapi sejak belajar di Jepang saya belajar membedakan ini dengan baik jika tidak mau membuat masalah, apalagi saya juga bekerja di RS.
Kalau di barat orang akan bilang โI have a coldโ; di Jepang bilang โkaze wo hiiteiruโ; ini mengacu pada โcommon coldโ, batuk pilek biasa. Bukan influenza!
Influenza ๐๐๐๐๐๐๐ dengan batuk pilek biasa (common cold). Penyebabnya berbeda, tingkat keparahan yang terjadi juga berbeda. Influenza disebabkan oleh virus influenza (tipe A dan B yang sering menyebabkan wabah), sedangkan common cold dapat disebabkan oleh banyak virus (rhinovirus, parainfluenza virus, adenovirus, seasonal coronavirus โ ini berbeda lagi ya dengan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, dsb).
Di Jepang, jika terkena influenza (sekali lagi, bukan batpil atau kaze ya!) biasanya akan diminta untuk libur dari sekolah atau tempat kerja, 5 hari sejak timbul gejala dan 2 hari sejak demam mereda. Bahkan ada sekolah, perusahaan, yang juga mewajibkan membawa bukti keterangan sudah menjalani pengobatan/sembuh dari influenza sebelum masuk kembali.
Jadi di Jepang sebaiknya tidak sembarangan bersin, batuk, tanpa masker pula, lalu bilang enteng; โoh ini mah saya cuma lagi kena fluโ.
๐. ๐๐๐ฅ๐๐ฃ๐๐ซ ๐ฅ๐๐๐ข๐ก ๐๐๐ข๐ค ๐ฆ๐๐ง๐ ๐๐ง๐๐ฅ ๐ฆ๐ฎ๐ฌ๐ข๐ฆ ๐ข๐ง๐๐ฅ๐ฎ๐๐ง๐ณ๐
Di negara dengan 4 musim seperti Jepang, kasus influenza biasanya naik di musim dingin karena udara dingin dan kering merupakan lingkungan yang ideal untuk virus bertahan hidup lebih lama. Apalagi di musim dingin banyak orang lebih sering berkumpul dalam ruangan dan penyebaran virus lebih mudah.
Di musim dingin tahun 2024-2025 ini, memang di Jepang kasus influenza meningkat banyak dibanding tahun sebelumnya. Pada penutup tahun 2024, Jepang mencatat rekor tertinggi kasus influenza mingguan sejak data pencatatan dimulai dari tahun 1999.
Jadi untuk mereka yang akan pergi ke daerah dingin, persiapkan diri dengan lebih baik mengenal situasi di negara yang akan dituju.
Karena kasus influenza musiman biasanya naik pada musim dingin, sekitar bulan Desember~Maret, vaksinasi influenza rutin akan dibuka setiap tahun sejak bulan Oktober untuk persiapan sebelum memasuki musim dingin.
Sebagai informasi, sejak tahun 2008 kita punya platform pusat global terpadu tempat pencatatan dan pemantauan data genomic influenza virus yang dikenal sebagai GISAID (Global Initiative on Sharing Avian Influenza Data). Dari data yang dikumpulkan disinilah para ahli merekomendasikan isi strain virus untuk vaksin influenza setiap tahun, karena itu isi vaksin influenza dapat berbeda setiap tahun.
Vaksin influenza di Jepang dikenal sebagai โquadrivalent vaccineโ, berisi 2 strain tipe A virus (H1N1, H3N2) dan 2 tipe turunan tipe B virus (Yamagata dan Victoria lineages).
Selain itu perlu dicatat, setelah mendapat vaksin tidak serta merta tubuh langsung memiliki imunitas tinggi terhadap influenza. ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ก ๐๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ก ๐ฐ๐๐ค๐ญ๐ฎ ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ข๐ง๐๐ฎ๐ค๐ฌ๐ข ๐ฆ๐๐ฆ๐๐ฎ๐๐ญ ๐๐ง๐ญ๐ข๐๐จ๐๐ฒ terhadap influenza. Minimal dibutuhkan waktu 2~4 minggu untuk membuat antibody yang cukup, jadi pertimbangkan dengan baik jadwal vaksin sebelum memasuki musim influenza.
๐. ๐๐๐ง๐ฒ๐๐๐๐ซ๐ข ๐๐๐ก๐๐ฒ๐ ๐ค๐จ๐ฆ๐ฉ๐ฅ๐ข๐ค๐๐ฌ๐ข ๐ข๐ง๐๐ฅ๐ฎ๐๐ง๐ณ๐
Influenza mempunyai resiko komplikasi menjadi fatal, seperti radang paru (pneumonia), encepahilitis (radang otak), encephalopathy influenza (disfungsi otak), myocarditis (inflamasi dari otot jantung), sepsis, dsb.
Terutama pada orang yang memiliki faktor resiko kesehatan, seperti lansia, bayi & anak-anak di bawah usia 5 tahun, orang dengan penyakit kronis (heart disease, asthma dsb), orang dengan sistem imun lemah (pasien HIV, cancer, dsb) memiliki resiko yang lebih tinggi mengalami komplikasi akibat influenza.
** Encephalopathy influenza adalah penyakit di mana kondisi pasien tiba-tiba memburuk setelah timbulnya influenza, dan terutama terjadi pada bayi dan anak-anak di bawah usia lima tahun.
Apakah jika tidak memiliki faktor resiko kesehatan lalu pasti aman?
Meski jarang, komplikasi fatal dari influenza juga bisa terjadi pada orang yang tidak memiliki faktor resiko bawaan kesehatan.
Ada laporan di Jepang dari hasil analisa pasien influenza yang memerlukan perawatan di RS sejak November 2014-Agustus 2020 (6 kali influenza seasons), terdapat total 91 pasien tanpa faktor resiko bawaan yang masuk RS karena influenza, diantaranya 3 orang meninggal. Dilaporkan juga kebanyakan dari mereka, berusia muda (healthy younger patients).
Untuk menghadapi influenza, selain tindakan pencegahan dasar penyakit menular seperti menjaga kebersihan, cuci tangan, berkumur, dsb; silakan juga pertimbangkan untuk memanfaatkan vaksin influenza dengan baik.
—
Setiap tahun saya selalu mengingatkan tentang vaksin influenza dan menulis isi strain yang dipakai pada vaksin tahun tersebut. Bahkan saya sudah menulis mengingatkan tentang influenza dan penjelasan vaksin sebelum ramai berita tentang wisatawan yang banyak terkena influenza di Jepang. Meski bukan berita baik, berkat kejadian ini juga kita bisa punya momentum untuk belajar mengenal influenza dengan lebih baik.
Semoga semua bisa mendapat pelajaran berharga dan bisa melindungi diri sendiri dan keluarga lebih baik dari influenza.
Tokyo, 11 Februari 2025.
References:
1. https://www.cdc.gov/flu/about/coldflu.html
2. https://www.nippon.com/en/japan-data/h02272/
3. https://gisaid.org/…/human-influenza-vaccine-composition/
4. https://www.cdc.gov/flu/vaccines/keyfacts.html
5. https://www.mhlw.go.jp/…/kekkaku-kansenshou04/02.html
6. https://www.fnn.jp/articles/-/812492?display=full
7. Clinical manifestations of hospitalized influenza patients without risk factors: A prospective multicenter cohort study in Japan via internet surveillance. Ishida, Tadashi et al. Journal of Infection and Chemotherapy, Volume 28, Issue 7, 853 – 858
